Kamis, 12 November 2015

KEINGINAN UNTUK SUKSES

 
Orang yang sukses adalah orang yang mencapai apa yang diinginkannya. Oleh sebab itu untuk mencapai kesuksesan, seseorang terlebih dahulu, dalam pikirannya, harus mempunyai suatu keinginan yang jelas atau definite desire,  bukan sekedar harapan atau wish, yang hendak dicapai. Keinginan yang jelas tersebut harus ditanamkan dalam pikiran bawah sadarnya sehingga menjadi keinginan yang membara (burning desire) yang akan mampu menimbulkan dorongan yang kuat dari dalam (inside out) untuk mencapainya.
Untuk dapat merealisasikan keinginannya tersebut,  seseorang harus mempunyai keyakinan yang kuat bahwa ia mampu untuk mencapainya. Tidak boleh ada keraguan sedikit pun muncul  dalam pikirannya. Apabila keraguan tersebut muncul maka harus segera dibuang agar tidak tertanam dalam pikirannya. Keinginan yang jelas dan membara tersebut kemudian akan dapat memicu kreativitas dan imajinasi seseorang untuk mencari cara dan jalan untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan inisiatif pribadi. Sehingga orang tersebut akan melakukan apa yang diperlukan tanpa harus diberitahu apa yang harus dilakukan, bagaimana cara melakukannya, dan mengapa harus melakukannya. Singkatnya, orang yang sukses adalah orang yang mengatakan saya akan menjadi begini dan kemudian ia bekerja untuk merealisasikan keinginannya tersebut.
Keywords: keinginan sukses; inside out; imajinasi; inisiatif pribadi
A. Pendahuluan  
Hampir semua orang ingin meraih kesuksesan. Namun dalam kenyataannya lebih banyak orang yang tidak sukses dibandingkan yang sukses. Misalnya, apabila ukuran kesuksesan dinilai dari segi kekayaan, maka sebagian besar kekayaan di dunia ini dikuasai oleh sebagian kecil orang yang kaya. Kalau ukuran kesuksesan adalah karir maka hanya sebagain kecil orang saja yang berhasil mencapai puncak karir. Contoh lain dari dunia olahraga, diantara segelintir orang yang mencapai prestasi puncak menjadi juara dan terkenal akan ada banyak olahragawan yang prestasinya biasa-biasa saja dan tidak terkenal. Pertanyaannya adalah perbedaan apa yang ada antara orang yang sukses dan tidak sukses tersebut? Apa yang dimiliki oleh orang yang sukses tapi tidak dimiliki orang yang tidak sukses tersebut? Tulisan ini dimaksudkan untuk sedikit membahas beberapa hal yang penting untuk mencapai kesuksesan.  
B. Keinginan dan Kesuksesan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sukses salah satunya berarti berhasil. Dalam kamus Merriam-Webster salah satu definisi dari sukses adalah pencapaian kekayaan, usaha, karir, atau ketenaran. Dengan demikian, pengertian sukses bisa dilihat dari berbagai aspek. Oleh sebab itu, ukuran kesuksesan antara satu orang dengan orang yang lain dapat berbeda tergantung apa yang dinginkannya.   Secara umum pengertian sukses adalah pencapaian dari sesuatu yang dinginkan. Dengan demikian orang yang sukses adalah orang yang mencapai apa yang diinginkannya.
Bob Proctor mengatakan bahwa sebelum segala sesuatu menjadi kenyataan di alam realitas, maka terlebih dulu harus  terjadi di alam pikiran. Artinya, sebelum sesuatu menjadi  kenyataan, maka seseorang terlebih dahulu harus mempunyai pikiran mengenai apa yang diinginkannya. Sehingga dia akan tahu kemana ia akan menuju atau melangkah. Oleh sebab itu, untuk mencapai kesuksesan harus diawali dulu dengan adanya keinginan dalam pikirannya.
Menurut Napoleon Hill, keinginan yang dapat membawa kepada kesuksesan adalah keinginan yang jelas atau definite desire dan bukan sekedar harapan atau wish. Sebagai contoh, seseorang yang berharap untuk kaya tidak akan membuat orang tersebut kaya karena harapan tersebut tidak akan memberikan dorongan yang kuat baginya untuk merealisasikannya. Sebaliknya, keinginan yang membara (burning desire) dari seseorang untuk memiliki kekayaan yang jelas dan pasti (definite desire) akan dapat memberikan dorongan yang kuat untuk mencapainya.
Sebagai contoh,  misalnya seseorang mempunyai keinginan untuk memiliki kekayaan senilai Rp10 milyar dalam waktu 5 tahun. Keinginan yang jelas dan pasti  yang tertanam kuat dalam pikirannya (mind) ini akan membuat keinginan tersebut menjadi obsesinya. Akibatnya, hal tersebut akan mendorong ia untuk merealisasikannya dengan mulai membuat rencana serta mencari ide, jalan, dan cara untuk memperoleh kekayaan yang diinginkannya tersebut. Dengan demikian, ia akan mengerjakan rencana tersebut dengan sepenuh hati dan persistensi  tinggi yang tidak mengenal kata gagal atau menyerah. Apabila ia mengalamai kegagalan ia akan mencoba lagi dan mencoba lagi sampai berhasil. Kegagalan akan disikapinya secara positif dan ia akan mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut untuk melakukan yang lebih baik lagi. Persistensi  inilah yang akan  akhirnya membuat keinginannya untuk kaya tersebut pada akhirnya akan menjadi kenyataan.
Keinginan yang kuat tadi dapat diaplikasikan dalam hal-hal yang lain misalnya karir, keluarga, agama dan lain-lain. Misalnya, seorang pegawai tidak akan mencapai jenjang karir tertinggi apabila ia tidak mempunyai keinginan yang jelas dan kuat  untuk mencapai jenjang karir tertinggi misalnya menjadi eselon 1 atau pimpinan puncak dari suatu organisasi atau perusahaan.
Contoh lain, sepasang suami istri tidak akan mencapai kebahagian kalau keduanya tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk mencapai keluarga yang bahagia. Seorang pemeluk agama tidak akan menjadi pemeluk agama yang taat apabila tidak punya keinginan yang kuat untuk menjadi pemeluk agama yang taat. Earl Nightingale mengatakan kita akan menjadi apa yang kita pikirkan.
Keinginan yang jelas, spesifik, kuat atau membara untuk mencapainya akan memvibrasi tubuh kita untuk melakukan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai keinginannya tersebut. Pada tahap awal, bahkan seseorang tidak perlu harus mengetahui dulu tentang cara untuk mencapainya. Pada waktunya, apabila keinginan yang kuat tersebut telah tertanam dalam pikiran bawah sadarnya, cepat atau lambat, dengan sendirinya orang tersebut akan menemukan jalan untuk mencapai keinginannya tersebut.
B. Inside Out dan Outside In
Dorongan untuk mencapai sesuatu dapat berasal dari dalam diri sendiri (inside out) atau dapat juga dari luar diri sendiri (outside in). Orang yang melakukan sesuatu karena memang ingin mengerjakannya akan mempunyai semangat dan dorongan yang kuat dari dalam dirinya (inside out) untuk mencapai apa yang diinginkannya. Dengan dorongan yang kuat dari dalam tersebut maka ia akan bekerja dengan sepenuh hati, sungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, dan akan berusaha sekuat tenaga untuk menghasilkan yang prima (excellent).
Sebaliknya, orang yang mengerjakan sesuatu karena harus melakukannya maka ia akan mengangap pekerjaan tersebut sebagai beban dan kewajiban sehingga pekerjaan tersebut akan terasa berat baginya. Dorongan untuk melakukan pekerjaan yang berasal dari luar (outside in) tidak akan menimbulkan semangat yang besar dalam dirinya karena ia memang tidak ingin mengerjakannya. Akibatnya hasil pekerjaannya akan tidak akan maksimal.
Earl Nightingale mengatakan bahwa sukses adalah realisasi yang progresif dari suatu ide yang berharga. Jadi. sesesorang akan mencapai kesuksesan apabila ia secara progresif merealisasiskan suatu idenya yang berharga. Ciri orang yang sukses adalah orang yang berkata, Saya akan menjadi begini dan kemudian mulai bekerja untuk mencapai tujuannya tersebut. Dengan demikian, seseorang  akan mencapai kesuksesan apabila ia secara sengaja melakukan suatu pekerjaan yang memang diinginkannya  dan ia memutuskan untuk melakukannya setelah memikirkannya dengan matang. Jadi ia melakukannya bukan karena terpaksa atau keharusan. Oleh karena itu, setiap orang bisa menjadi orang yang sukses apabila ia melakukan pekerjaannya karena memang ingin (want to) mengerjakannya dan bukan karena harus (have to) mengerjakannya
Sebagai contoh, seorang guru sekolah yang menjadi guru karena memang ingin mengajar bukan karena terpaksa mengajar karena tidak ada pilihan pekerjaan lain  maka ia akan dapat menjadi guru yang sukses. Guru tersebut akan melakukan pekerjaannya sebagai guru dengan sepenuh hati dan  profesional sehingga  akan mampu untuk menginspirasi murid-muridnya.
Contoh lain, seorang Ibu rumah tangga pun dapat menjadi Ibu rumah tangga yang sukses sepanjang ia memang ingin menjadi Ibu tumah tangga dan bukan karena terpaksa. Dalam melakukan tugasnya sebagai Ibu rumah tangga, ia tidak akan mudah mengeluh karena beban yang tingga  atau karena banyaknya persoalan yang timbul. Ia akan memiliki semangat dan persistensi yang tinggi untuk mengurus rumah tangganya dan membesarkan serta mendidik anak-anaknya dengan sepenuh hati agar rumah tangganya menjadi rumah tangga yang penuh dengan kebahagian.
Dorongan dari dalam inilah yang membuat kita dapat bekerja dengan hati sehingga akan dapat menghasilkan yang terbaik.  Hasil yang akan kita peroleh akan berbanding lurus dengan usaha yang kita lakukan. Kalau kita melakukan yang terbaik maka kita pun akan mendapatkan yang terbaik juga sebagai hasilnya. Ini merupakan hukum alam. Tidak mungkin kita mendapatkan yang terbaik apabila kita tidak melakukan yang terbaik. 
C. Keyakinan dan Keraguan
Napoleon Hill mengatakan untuk mencapai kesuksesan maka keinginan yang kuat dan jelas tadi harus juga disertai dengan keyakinan (faith).  Keyakinan adalah kondisi pikiran  (state of mind) yang dapat menimbulkan atau menciptakan, dengan afirmasi atau instruksi yang  berulang-ulang kepada pikiran bawah sadar, melalui prinsip otosugesti. Setelah seseorang mempunyai keyakinan yang tertanam kuat dalam pikirannya bahwa ia akan memperoleh apa yang diinginkannya tersebut, maka pikiran bawah sadarnya akan memvibrasi kembali dirinya sendiri  dalam bentuk adanya “keyakinan” yang akan mendorong ia untuk melakukan apa yang diperlukan untuk merealisasikan apa yang menjadi keinginannya tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar