Orang
yang sukses adalah orang yang mencapai apa yang diinginkannya. Oleh
sebab itu untuk mencapai kesuksesan, seseorang terlebih dahulu, dalam
pikirannya, harus mempunyai suatu keinginan yang jelas atau definite desire, bukan sekedar harapan atau wish,
yang hendak dicapai. Keinginan yang jelas tersebut harus ditanamkan
dalam pikiran bawah sadarnya sehingga menjadi keinginan yang membara (burning desire) yang akan mampu menimbulkan dorongan yang kuat dari dalam (inside out) untuk mencapainya.
Untuk
dapat merealisasikan keinginannya tersebut, seseorang harus mempunyai
keyakinan yang kuat bahwa ia mampu untuk mencapainya. Tidak boleh ada
keraguan sedikit pun muncul dalam pikirannya. Apabila keraguan tersebut
muncul maka harus segera dibuang agar tidak tertanam dalam pikirannya.
Keinginan yang jelas dan membara tersebut kemudian akan dapat memicu
kreativitas dan imajinasi seseorang untuk mencari cara dan jalan untuk
mencapai apa yang diinginkannya dengan inisiatif pribadi. Sehingga orang
tersebut akan melakukan apa yang diperlukan tanpa harus diberitahu apa
yang harus dilakukan, bagaimana cara melakukannya, dan mengapa harus
melakukannya. Singkatnya, orang yang sukses adalah orang yang mengatakan
saya akan menjadi begini dan kemudian ia bekerja untuk merealisasikan
keinginannya tersebut.
Keywords: keinginan sukses; inside out; imajinasi; inisiatif pribadi
A. Pendahuluan
Hampir
semua orang ingin meraih kesuksesan. Namun dalam kenyataannya lebih
banyak orang yang tidak sukses dibandingkan yang sukses. Misalnya,
apabila ukuran kesuksesan dinilai dari segi kekayaan, maka sebagian
besar kekayaan di dunia ini dikuasai oleh sebagian kecil orang yang
kaya. Kalau ukuran kesuksesan adalah karir maka hanya sebagain kecil
orang saja yang berhasil mencapai puncak karir. Contoh lain dari dunia
olahraga, diantara segelintir orang yang mencapai prestasi puncak
menjadi juara dan terkenal akan ada banyak olahragawan yang prestasinya
biasa-biasa saja dan tidak terkenal. Pertanyaannya adalah perbedaan apa
yang ada antara orang yang sukses dan tidak sukses tersebut? Apa yang
dimiliki oleh orang yang sukses tapi tidak dimiliki orang yang tidak
sukses tersebut? Tulisan ini dimaksudkan untuk sedikit membahas beberapa
hal yang penting untuk mencapai kesuksesan.
B. Keinginan dan Kesuksesan
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia sukses salah satunya berarti berhasil.
Dalam kamus Merriam-Webster salah satu definisi dari sukses adalah
pencapaian kekayaan, usaha, karir, atau ketenaran. Dengan demikian,
pengertian sukses bisa dilihat dari berbagai aspek. Oleh sebab itu,
ukuran kesuksesan antara satu orang dengan orang yang lain dapat berbeda
tergantung apa yang dinginkannya. Secara umum pengertian sukses
adalah pencapaian dari sesuatu yang dinginkan. Dengan demikian orang
yang sukses adalah orang yang mencapai apa yang diinginkannya.
Bob
Proctor mengatakan bahwa sebelum segala sesuatu menjadi kenyataan di
alam realitas, maka terlebih dulu harus terjadi di alam pikiran.
Artinya, sebelum sesuatu menjadi kenyataan, maka seseorang terlebih
dahulu harus mempunyai pikiran mengenai apa yang diinginkannya. Sehingga
dia akan tahu kemana ia akan menuju atau melangkah. Oleh sebab itu,
untuk mencapai kesuksesan harus diawali dulu dengan adanya keinginan
dalam pikirannya.
Menurut Napoleon Hill, keinginan yang dapat membawa kepada kesuksesan adalah keinginan yang jelas atau definite desire dan bukan sekedar harapan atau wish.
Sebagai contoh, seseorang yang berharap untuk kaya tidak akan membuat
orang tersebut kaya karena harapan tersebut tidak akan memberikan
dorongan yang kuat baginya untuk merealisasikannya. Sebaliknya,
keinginan yang membara (burning desire) dari seseorang untuk memiliki kekayaan yang jelas dan pasti (definite desire) akan dapat memberikan dorongan yang kuat untuk mencapainya.
Sebagai
contoh, misalnya seseorang mempunyai keinginan untuk memiliki kekayaan
senilai Rp10 milyar dalam waktu 5 tahun. Keinginan yang jelas dan
pasti yang tertanam kuat dalam pikirannya (mind) ini akan
membuat keinginan tersebut menjadi obsesinya. Akibatnya, hal tersebut
akan mendorong ia untuk merealisasikannya dengan mulai membuat rencana
serta mencari ide, jalan, dan cara untuk memperoleh kekayaan yang
diinginkannya tersebut. Dengan demikian, ia akan mengerjakan rencana
tersebut dengan sepenuh hati dan persistensi tinggi yang tidak mengenal
kata gagal atau menyerah. Apabila ia mengalamai kegagalan ia akan
mencoba lagi dan mencoba lagi sampai berhasil. Kegagalan akan
disikapinya secara positif dan ia akan mengambil pelajaran dari
kegagalan tersebut untuk melakukan yang lebih baik lagi. Persistensi
inilah yang akan akhirnya membuat keinginannya untuk kaya tersebut
pada akhirnya akan menjadi kenyataan.
Keinginan
yang kuat tadi dapat diaplikasikan dalam hal-hal yang lain misalnya
karir, keluarga, agama dan lain-lain. Misalnya, seorang pegawai tidak
akan mencapai jenjang karir tertinggi apabila ia tidak mempunyai
keinginan yang jelas dan kuat untuk mencapai jenjang karir tertinggi
misalnya menjadi eselon 1 atau pimpinan puncak dari suatu organisasi
atau perusahaan.
Contoh
lain, sepasang suami istri tidak akan mencapai kebahagian kalau
keduanya tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk mencapai keluarga
yang bahagia. Seorang pemeluk agama tidak akan menjadi pemeluk agama
yang taat apabila tidak punya keinginan yang kuat untuk menjadi pemeluk
agama yang taat. Earl Nightingale mengatakan kita akan menjadi apa yang
kita pikirkan.
Keinginan
yang jelas, spesifik, kuat atau membara untuk mencapainya akan
memvibrasi tubuh kita untuk melakukan hal-hal yang perlu dilakukan untuk
mencapai keinginannya tersebut. Pada tahap awal, bahkan seseorang tidak
perlu harus mengetahui dulu tentang cara untuk mencapainya. Pada
waktunya, apabila keinginan yang kuat tersebut telah tertanam dalam
pikiran bawah sadarnya, cepat atau lambat, dengan sendirinya orang
tersebut akan menemukan jalan untuk mencapai keinginannya tersebut.
B. Inside Out dan Outside In
Dorongan untuk mencapai sesuatu dapat berasal dari dalam diri sendiri (inside out) atau dapat juga dari luar diri sendiri (outside in).
Orang yang melakukan sesuatu karena memang ingin mengerjakannya akan
mempunyai semangat dan dorongan yang kuat dari dalam dirinya (inside out)
untuk mencapai apa yang diinginkannya. Dengan dorongan yang kuat dari
dalam tersebut maka ia akan bekerja dengan sepenuh hati,
sungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, dan akan berusaha sekuat tenaga
untuk menghasilkan yang prima (excellent).
Sebaliknya,
orang yang mengerjakan sesuatu karena harus melakukannya maka ia akan
mengangap pekerjaan tersebut sebagai beban dan kewajiban sehingga
pekerjaan tersebut akan terasa berat baginya. Dorongan untuk melakukan
pekerjaan yang berasal dari luar (outside in) tidak akan
menimbulkan semangat yang besar dalam dirinya karena ia memang tidak
ingin mengerjakannya. Akibatnya hasil pekerjaannya akan tidak akan
maksimal.
Earl
Nightingale mengatakan bahwa sukses adalah realisasi yang progresif
dari suatu ide yang berharga. Jadi. sesesorang akan mencapai kesuksesan
apabila ia secara progresif merealisasiskan suatu idenya yang berharga.
Ciri orang yang sukses adalah orang yang berkata, Saya akan menjadi
begini dan kemudian mulai bekerja untuk mencapai tujuannya tersebut.
Dengan demikian, seseorang akan mencapai kesuksesan apabila ia secara
sengaja melakukan suatu pekerjaan yang memang diinginkannya dan ia
memutuskan untuk melakukannya setelah memikirkannya dengan matang. Jadi
ia melakukannya bukan karena terpaksa atau keharusan. Oleh karena itu,
setiap orang bisa menjadi orang yang sukses apabila ia melakukan
pekerjaannya karena memang ingin (want to) mengerjakannya dan bukan karena harus (have to) mengerjakannya
Sebagai
contoh, seorang guru sekolah yang menjadi guru karena memang ingin
mengajar bukan karena terpaksa mengajar karena tidak ada pilihan
pekerjaan lain maka ia akan dapat menjadi guru yang sukses. Guru
tersebut akan melakukan pekerjaannya sebagai guru dengan sepenuh hati
dan profesional sehingga akan mampu untuk menginspirasi
murid-muridnya.
Contoh
lain, seorang Ibu rumah tangga pun dapat menjadi Ibu rumah tangga yang
sukses sepanjang ia memang ingin menjadi Ibu tumah tangga dan bukan
karena terpaksa. Dalam melakukan tugasnya sebagai Ibu rumah tangga, ia
tidak akan mudah mengeluh karena beban yang tingga atau karena
banyaknya persoalan yang timbul. Ia akan memiliki semangat dan
persistensi yang tinggi untuk mengurus rumah tangganya dan membesarkan
serta mendidik anak-anaknya dengan sepenuh hati agar rumah tangganya
menjadi rumah tangga yang penuh dengan kebahagian.
Dorongan
dari dalam inilah yang membuat kita dapat bekerja dengan hati sehingga
akan dapat menghasilkan yang terbaik. Hasil yang akan kita peroleh akan
berbanding lurus dengan usaha yang kita lakukan. Kalau kita melakukan
yang terbaik maka kita pun akan mendapatkan yang terbaik juga sebagai
hasilnya. Ini merupakan hukum alam. Tidak mungkin kita mendapatkan yang
terbaik apabila kita tidak melakukan yang terbaik.
C. Keyakinan dan Keraguan
Napoleon
Hill mengatakan untuk mencapai kesuksesan maka keinginan yang kuat dan
jelas tadi harus juga disertai dengan keyakinan (faith). Keyakinan adalah kondisi pikiran (state of mind)
yang dapat menimbulkan atau menciptakan, dengan afirmasi atau instruksi
yang berulang-ulang kepada pikiran bawah sadar, melalui prinsip
otosugesti. Setelah seseorang mempunyai keyakinan yang tertanam kuat
dalam pikirannya bahwa ia akan memperoleh apa yang diinginkannya
tersebut, maka pikiran bawah sadarnya akan memvibrasi kembali dirinya
sendiri dalam bentuk adanya “keyakinan” yang akan mendorong ia untuk
melakukan apa yang diperlukan untuk merealisasikan apa yang menjadi
keinginannya tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar