Selasa, 24 November 2015

CAR FREE DAY di Jalan Ijen Malang





JALAN  IJEN adalah kebanggaan warga Malang, karena keindahan dan keasrian taman di tengahnya yang juga berfungsi sebagai pemisah jalan. Dengan jalan yang cukup lebar kita bisa lebih leluasa menikmati pemandangan dari kendaraan sewaktu melewatinya. Jika kita berjalan di area pedestrian di sepanjang jalan ini, sangat terasa nyaman dan sejuk. Area pedestrian yang luas membuat orang yang berjalan terhindar dari kendaraan yang melintas.
            Yang menarik  Jika kita melewati jalan ini, kita akan disuguhi oleh jajaran pohon Palem. Setiap tahun pada bulan-bulan terakhir jalan ini dijadikan sebagai tempat sebuah kegiatan rutin yang menjadi ikon wisata terbaru kota Malang yaitu Event Malang Tempoe Doeloe atau Malang Kembali. Merupakan acara tahunan yang dilaksanakan setiap menjelang peringatan Ulang Tahun Kota Malang yaitu pada tanggal 1 April. Jalan Ijen ditutup untuk semua jenis kendaraan modern mulai dari Bundaran Simpang Balapan sampai di ujung Jalan Kawi. Ruas jalan dibagi menjadi 3 blok yaitu, blok perjuangan, blok tradisi dan blok kolonial. Acara yang ditawarkan di dalamnya seperti Pameran Foto dan arsip dokumentary, panggung hiburan tradisional, terminal mobil dan kendaraan antik, keliling ijen naik dokar, pengobatan gratis, pasar jajanan rakyat, mainan dan permainan anak tempo dulu, layar tancap dokumenter, foto kuno raksasa, lomba kostum, puisi dan lagu anak tempo dulu. Setiap hari Minggu pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 10.30 WIB jalan Ijen ditutup untuk kegiatan CFD (Car Free Day). Kegiatan ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berjalan kaki, bersepeda, berolah raga dan berkeliling dengan menaiki tranportasi lama yaitu delman. Luasnya jalan membuat penikmat jalan menjadi leluasa dan merasa nyaman untuk beraktifitas.

Kamis, 12 November 2015

Hal Terpenting dan Sekaligus Tersulit Agar Sukses Dalam Bisnis

Modal Bukan Faktor Terpenting Agar Sukses Bisnis

bertumbuhlah
Jika Anda berpikir, satu hal ini adalah mendapatkan modal, Anda salah. Serius, sebab yang terpenting dalam bisnis bukan modal uang. Dan mencari modal uang akan lebih mudah jika Anda sudah menguasai satu hal ini.
Karena satu hal ini cukup sulit, kebanyakan orang malah menghindarinya. Padahal, salah besar, sebab justru satu hal inilah yang terpenting dalam bisnis.
Selain Anda bisa mendapatkan modal dengan satu hal ini, Anda juga bisa memulai bisnis meski saat ini modal uang Anda masih kecil atau bahkan nol.

Ini Adalah Keahlian Kunci Dalam Sukses Wirausaha

Jika anda sudah memiliki satu keahlian ini, jalan menuju wirausaha sukses akan terbuka lebar, sebab Anda sudah memiliki kuncinya.
Seperti disebutkan diatas, tidak punya modal, Anda bisa punya. Atau apa pun hambatan dan kekurangan Anda dalam menjalankan bisnis, bisa teratasi jika Anda memiliki kahlian salam satu hal ini.
Jadi ini sangat penting. Anda mungkin belum bisa saat ini, itu tidak masalah. Yang penting Anda mau melakukannya dan mau belajar jika memang belum menguasai, sebab keahlian ini BISA dipelajari.
Intinya, adakah kemauan Anda untuk mempelajari keahlian ini dan mengaplikasikannya nanti? Sebab, saya banyak menemukan orang-orang yang enggan melakukan hal ini. Padahal perannya bagi bisnis sangat vital.

Ini Dia Satu Keahlian Penting Dalam Bisnis

Penasaran? Ya, keahlian terpenting dalam bisnis adalah menjual.
Waduh, baru dengar saja sudah merinding, apalagi melakukannya. Serem, malu, dan takut ditolak.
Tenang, jangan takut dulu. Menjual dalam bisnis tidak seseram yang Anda bayangkan. Anda tidak harus keliling menjajakan produk ke rumah-rumah. BUKAN itu pada intinya.
Menjual adalah kemampuan untuk menawarkan nilai atau manfaat kepada orang lain. Termasuk menjual ide kepada investor, menjual visi kepada karyawan Anda, dan tentu saja menjual produk atau jasa kepada para pelanggan Anda.

Harus Menjadi Mindset Jika Mau Sukses Dalam Usaha

Menjual harus menjadi mindset yang dimiliki oleh seorang pengusaha. Dalam pikirannya harus tertanam kuat: menjual, menjual, menjual.
Apa yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis Anda? Misalnya modal, maka Anda harus menjual agar investor mau menanamkan modal di binis Anda.
Proposal bisnis pada dasarnya adalah menjual bisnis Anda kepada investor. Prinsip dasar menulis proposal adalah menjual. Jika investor tertarik dengan penawaran Anda, mereka tidak akan ragu mengeluarkan uang untuk modal bisnis Anda.
Bisa jadi, bisnis Anda sebenarnya bagus, tetapi karena Anda tidak bisa menjualnya, tidak ada orang yang mau menjadi investor. Kemampuan menjual sangat penting bukan?
Juga, saat Anda akan membuat produk atau merancang jasa, mindsetnya harus menjual. Produk bukan sekedar barang, tetapi apa nilainya bagi pembeli?
Begitu juga saat membuat brosur, tidak sekedar menampilkan gambar dan data produk, tapi harus menjual agar yang membaca brosur Anda tertarik untuk membeli produk Anda.

SATU Rahasia Penting Dalam Menjual

Kebanyakan mereka berkata, “Saya tidak bisa menjual”. Ada dua hal penting yang perlu Anda fahami jika mengatakan tidak bisa menjual.
Pertama, jika memang tidak bisa, maka belajarlah. Betulkan? Sehingga pertanyaan selanjutnya, mau tidak belajar?
Kedua, perluas wawasan tentang menjual. Menjual tidak selamanya seperti para sales yang berkeliling. Banyak cara menjual, tidak selalu harus dari pintu ke pintu.
Dan yang terpenting dalam menjual adalah mengubah mindset Anda tentang menjual. Menjual bukan bagaimana cara agar orang lain membeli produk kita. Tapi, sebenarnya menjual adalah menolong orang lain agar mendapatkan manfaat dari produk kita. Selling is helping.
Menjual adalah mencari orang yang membutuhkan solusi dan kita berikan solusi itu dengan imbalan uang. Kedua belah pihak untung.
Pertanyaanya, apa solusi yang mau Anda berikan kepada pelanggan Anda?
Jika produk atau jasa Anda tidak akan memberikan solusi apa-apa, jangan dijual. Sebab tidak sesuai dengan mindset menolong. Anda hanya ingin mengambil uang orang lain.
Saya yakin dengan produk-produk saya di Zona Sukses bermanfaat untuk semua orang, untuk itu saya tidak henti-henti menawarkan kepada semua orang. Inilah yang membuat saya terus semangat, mengenal Zona Sukses seluas mungkin. Saya memberikan nilai dan manfaat.

Jika Anda Mau Berhasil Bisnis

Nah, jika Anda mau berhasil dalam menjual, Anda harus belajar tentang menjual. Setidaknya konsep dasar menjual harus dimiliki. Apa pun bisnis Anda, baik itu bisnis online, membuka rumah makan, penyedia jasa, dan sebagainya. Semakin mantap keahlian menjual, bisnis akan terasa lebih mudah.
Jika Anda merasakan kesulitan saat menjual, sebab keahlian menjual belum tumbuh dalam diri Anda. Saat awal akan terasa sulit, berat, dan rapuh. Semua itu karena Anda belum bertumbuh. Teruslah bertumbuh, tingkatkan kualitas diri.
Kemampuan menjual, jika digabungkan dengan teknik yang dijelaskan dalam Video Bisnis Anti Gagal, in syaa Allah bisnis Anda akan lebih joss.
Penutup: jika Anda masih malu menjual, ingatlah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam adalah seorang pedagang, yang pasti beliau menjual.

KEINGINAN UNTUK SUKSES

 
Orang yang sukses adalah orang yang mencapai apa yang diinginkannya. Oleh sebab itu untuk mencapai kesuksesan, seseorang terlebih dahulu, dalam pikirannya, harus mempunyai suatu keinginan yang jelas atau definite desire,  bukan sekedar harapan atau wish, yang hendak dicapai. Keinginan yang jelas tersebut harus ditanamkan dalam pikiran bawah sadarnya sehingga menjadi keinginan yang membara (burning desire) yang akan mampu menimbulkan dorongan yang kuat dari dalam (inside out) untuk mencapainya.
Untuk dapat merealisasikan keinginannya tersebut,  seseorang harus mempunyai keyakinan yang kuat bahwa ia mampu untuk mencapainya. Tidak boleh ada keraguan sedikit pun muncul  dalam pikirannya. Apabila keraguan tersebut muncul maka harus segera dibuang agar tidak tertanam dalam pikirannya. Keinginan yang jelas dan membara tersebut kemudian akan dapat memicu kreativitas dan imajinasi seseorang untuk mencari cara dan jalan untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan inisiatif pribadi. Sehingga orang tersebut akan melakukan apa yang diperlukan tanpa harus diberitahu apa yang harus dilakukan, bagaimana cara melakukannya, dan mengapa harus melakukannya. Singkatnya, orang yang sukses adalah orang yang mengatakan saya akan menjadi begini dan kemudian ia bekerja untuk merealisasikan keinginannya tersebut.
Keywords: keinginan sukses; inside out; imajinasi; inisiatif pribadi
A. Pendahuluan  
Hampir semua orang ingin meraih kesuksesan. Namun dalam kenyataannya lebih banyak orang yang tidak sukses dibandingkan yang sukses. Misalnya, apabila ukuran kesuksesan dinilai dari segi kekayaan, maka sebagian besar kekayaan di dunia ini dikuasai oleh sebagian kecil orang yang kaya. Kalau ukuran kesuksesan adalah karir maka hanya sebagain kecil orang saja yang berhasil mencapai puncak karir. Contoh lain dari dunia olahraga, diantara segelintir orang yang mencapai prestasi puncak menjadi juara dan terkenal akan ada banyak olahragawan yang prestasinya biasa-biasa saja dan tidak terkenal. Pertanyaannya adalah perbedaan apa yang ada antara orang yang sukses dan tidak sukses tersebut? Apa yang dimiliki oleh orang yang sukses tapi tidak dimiliki orang yang tidak sukses tersebut? Tulisan ini dimaksudkan untuk sedikit membahas beberapa hal yang penting untuk mencapai kesuksesan.  
B. Keinginan dan Kesuksesan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sukses salah satunya berarti berhasil. Dalam kamus Merriam-Webster salah satu definisi dari sukses adalah pencapaian kekayaan, usaha, karir, atau ketenaran. Dengan demikian, pengertian sukses bisa dilihat dari berbagai aspek. Oleh sebab itu, ukuran kesuksesan antara satu orang dengan orang yang lain dapat berbeda tergantung apa yang dinginkannya.   Secara umum pengertian sukses adalah pencapaian dari sesuatu yang dinginkan. Dengan demikian orang yang sukses adalah orang yang mencapai apa yang diinginkannya.
Bob Proctor mengatakan bahwa sebelum segala sesuatu menjadi kenyataan di alam realitas, maka terlebih dulu harus  terjadi di alam pikiran. Artinya, sebelum sesuatu menjadi  kenyataan, maka seseorang terlebih dahulu harus mempunyai pikiran mengenai apa yang diinginkannya. Sehingga dia akan tahu kemana ia akan menuju atau melangkah. Oleh sebab itu, untuk mencapai kesuksesan harus diawali dulu dengan adanya keinginan dalam pikirannya.
Menurut Napoleon Hill, keinginan yang dapat membawa kepada kesuksesan adalah keinginan yang jelas atau definite desire dan bukan sekedar harapan atau wish. Sebagai contoh, seseorang yang berharap untuk kaya tidak akan membuat orang tersebut kaya karena harapan tersebut tidak akan memberikan dorongan yang kuat baginya untuk merealisasikannya. Sebaliknya, keinginan yang membara (burning desire) dari seseorang untuk memiliki kekayaan yang jelas dan pasti (definite desire) akan dapat memberikan dorongan yang kuat untuk mencapainya.
Sebagai contoh,  misalnya seseorang mempunyai keinginan untuk memiliki kekayaan senilai Rp10 milyar dalam waktu 5 tahun. Keinginan yang jelas dan pasti  yang tertanam kuat dalam pikirannya (mind) ini akan membuat keinginan tersebut menjadi obsesinya. Akibatnya, hal tersebut akan mendorong ia untuk merealisasikannya dengan mulai membuat rencana serta mencari ide, jalan, dan cara untuk memperoleh kekayaan yang diinginkannya tersebut. Dengan demikian, ia akan mengerjakan rencana tersebut dengan sepenuh hati dan persistensi  tinggi yang tidak mengenal kata gagal atau menyerah. Apabila ia mengalamai kegagalan ia akan mencoba lagi dan mencoba lagi sampai berhasil. Kegagalan akan disikapinya secara positif dan ia akan mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut untuk melakukan yang lebih baik lagi. Persistensi  inilah yang akan  akhirnya membuat keinginannya untuk kaya tersebut pada akhirnya akan menjadi kenyataan.
Keinginan yang kuat tadi dapat diaplikasikan dalam hal-hal yang lain misalnya karir, keluarga, agama dan lain-lain. Misalnya, seorang pegawai tidak akan mencapai jenjang karir tertinggi apabila ia tidak mempunyai keinginan yang jelas dan kuat  untuk mencapai jenjang karir tertinggi misalnya menjadi eselon 1 atau pimpinan puncak dari suatu organisasi atau perusahaan.
Contoh lain, sepasang suami istri tidak akan mencapai kebahagian kalau keduanya tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk mencapai keluarga yang bahagia. Seorang pemeluk agama tidak akan menjadi pemeluk agama yang taat apabila tidak punya keinginan yang kuat untuk menjadi pemeluk agama yang taat. Earl Nightingale mengatakan kita akan menjadi apa yang kita pikirkan.
Keinginan yang jelas, spesifik, kuat atau membara untuk mencapainya akan memvibrasi tubuh kita untuk melakukan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai keinginannya tersebut. Pada tahap awal, bahkan seseorang tidak perlu harus mengetahui dulu tentang cara untuk mencapainya. Pada waktunya, apabila keinginan yang kuat tersebut telah tertanam dalam pikiran bawah sadarnya, cepat atau lambat, dengan sendirinya orang tersebut akan menemukan jalan untuk mencapai keinginannya tersebut.
B. Inside Out dan Outside In
Dorongan untuk mencapai sesuatu dapat berasal dari dalam diri sendiri (inside out) atau dapat juga dari luar diri sendiri (outside in). Orang yang melakukan sesuatu karena memang ingin mengerjakannya akan mempunyai semangat dan dorongan yang kuat dari dalam dirinya (inside out) untuk mencapai apa yang diinginkannya. Dengan dorongan yang kuat dari dalam tersebut maka ia akan bekerja dengan sepenuh hati, sungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, dan akan berusaha sekuat tenaga untuk menghasilkan yang prima (excellent).
Sebaliknya, orang yang mengerjakan sesuatu karena harus melakukannya maka ia akan mengangap pekerjaan tersebut sebagai beban dan kewajiban sehingga pekerjaan tersebut akan terasa berat baginya. Dorongan untuk melakukan pekerjaan yang berasal dari luar (outside in) tidak akan menimbulkan semangat yang besar dalam dirinya karena ia memang tidak ingin mengerjakannya. Akibatnya hasil pekerjaannya akan tidak akan maksimal.
Earl Nightingale mengatakan bahwa sukses adalah realisasi yang progresif dari suatu ide yang berharga. Jadi. sesesorang akan mencapai kesuksesan apabila ia secara progresif merealisasiskan suatu idenya yang berharga. Ciri orang yang sukses adalah orang yang berkata, Saya akan menjadi begini dan kemudian mulai bekerja untuk mencapai tujuannya tersebut. Dengan demikian, seseorang  akan mencapai kesuksesan apabila ia secara sengaja melakukan suatu pekerjaan yang memang diinginkannya  dan ia memutuskan untuk melakukannya setelah memikirkannya dengan matang. Jadi ia melakukannya bukan karena terpaksa atau keharusan. Oleh karena itu, setiap orang bisa menjadi orang yang sukses apabila ia melakukan pekerjaannya karena memang ingin (want to) mengerjakannya dan bukan karena harus (have to) mengerjakannya
Sebagai contoh, seorang guru sekolah yang menjadi guru karena memang ingin mengajar bukan karena terpaksa mengajar karena tidak ada pilihan pekerjaan lain  maka ia akan dapat menjadi guru yang sukses. Guru tersebut akan melakukan pekerjaannya sebagai guru dengan sepenuh hati dan  profesional sehingga  akan mampu untuk menginspirasi murid-muridnya.
Contoh lain, seorang Ibu rumah tangga pun dapat menjadi Ibu rumah tangga yang sukses sepanjang ia memang ingin menjadi Ibu tumah tangga dan bukan karena terpaksa. Dalam melakukan tugasnya sebagai Ibu rumah tangga, ia tidak akan mudah mengeluh karena beban yang tingga  atau karena banyaknya persoalan yang timbul. Ia akan memiliki semangat dan persistensi yang tinggi untuk mengurus rumah tangganya dan membesarkan serta mendidik anak-anaknya dengan sepenuh hati agar rumah tangganya menjadi rumah tangga yang penuh dengan kebahagian.
Dorongan dari dalam inilah yang membuat kita dapat bekerja dengan hati sehingga akan dapat menghasilkan yang terbaik.  Hasil yang akan kita peroleh akan berbanding lurus dengan usaha yang kita lakukan. Kalau kita melakukan yang terbaik maka kita pun akan mendapatkan yang terbaik juga sebagai hasilnya. Ini merupakan hukum alam. Tidak mungkin kita mendapatkan yang terbaik apabila kita tidak melakukan yang terbaik. 
C. Keyakinan dan Keraguan
Napoleon Hill mengatakan untuk mencapai kesuksesan maka keinginan yang kuat dan jelas tadi harus juga disertai dengan keyakinan (faith).  Keyakinan adalah kondisi pikiran  (state of mind) yang dapat menimbulkan atau menciptakan, dengan afirmasi atau instruksi yang  berulang-ulang kepada pikiran bawah sadar, melalui prinsip otosugesti. Setelah seseorang mempunyai keyakinan yang tertanam kuat dalam pikirannya bahwa ia akan memperoleh apa yang diinginkannya tersebut, maka pikiran bawah sadarnya akan memvibrasi kembali dirinya sendiri  dalam bentuk adanya “keyakinan” yang akan mendorong ia untuk melakukan apa yang diperlukan untuk merealisasikan apa yang menjadi keinginannya tersebut.

Hidup penuh makna

"Hidup bukan hanya untuk diri sendiri", pernahkah Anda mendengar kata-kata tersebut? Kalau kita cermati lebih dalam, maka ada makna tersembunyi yang jauh lebih luas yakni Hidup ini sesungguhnya bukan kehendak kita, tetapi kehendak Allah Tuhan Yang Maha Memiliki Kehidupan. HIDUP bukanlah semata-mata untuk diri kita sendiri, melainkan HIDUP untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan kehidupan alam semesta ini.

Kalau kita melakukan sebuah perjalanan ke dalam diri kita sendiri "inner journey", maka kita akan menemukan bahwa sesungguhnya diri kita ini sangat mengagumkan. Bahwa hidup kita ini sangat mengagumkan, maka sepantasnya kalau kemudian kita menghargai kehidupan kita ini, menggunakan hidup ini untuk lebih bermakna. Menghargai HIDUP berarti menjalani hidup ini penuh makna, menggunakan hidup ini untuk memberikan manfaat bagi kesejahteraan diri sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitar kita.
Bagaimana menggunakan hidup kita agar menjadi lebih bermakna ? Bagaimana menghargai hidup yang sudah diberikan oleh Tuhan Yang Memiliki Kehidupan ? Apa yang harus dilakukan dalam hidup agar menjadi lebih bermakna ? Tentu banyak sekali jawaban-jawaban yang bisa dituliskan dalam menghargai hidup ini. Banyak sekali cara-cara dalam menggunakan hidup menjadi lebih bermakna. Namun disini saya berbagi bebera tips dalam menghargai hidup kita ini.

1. Mengubah Orientasi Hidup Lebih Memikirkan Orang Lain
Pikirkan sejenak, apakah Anda sering memikirkan diri sendiri dibandingkan orang lain ? Misalnya berpikir bagaimana memenuhi keinginan sendiri, ingin pekerjaan lebih baik, ingin penghasilan lebih tinggi, ingin rumah lebih mewah, ingin mobil lewah baru, ingin bisnis lebih besar, ingin hidup lebih kaya dan ingin-ingin yang lainnya. Kalau hal itu yang selalu ada dalam pikiran kita, artinya lebih sering memikirkan diri sendiri. Kalau itu yang memenuhi benak pikiran kita, artinya kita hanya berpusat pada diri sendiri dan mementingkan diri sendiri.
Dalam buku saya The Art of Life Revolution, yang diterbitkan oleh Elex Media, salah satu cara untuk "merevolusi" hidup kita adalah memulai mengubah pusat hidup kita dengan memikirkan orang lain. Misalnya memikirkan bagaimana membantu anak-anak yatim agar bisa bersekolah, membantu fakir miskin yang kesulitan membeli sembako, bagaimana membantu memberikan pekerjaan bagi pengangguran, membantu orang tak berdaya, memikirkan orang yang kurang rejeki, orang yang tidak pernah dibantu hidupnya. Itu artinya kita sudah mulai memikirikan orang lain, tidak hanya memikirkan diri sendiri saja. Ini akan membawa kita lebih dekat dengan kemudahan, kebahagiaan dan keberuntungan dalam hidup.

2. Meningkatkan empati kepada orang lain.
Bersikap empati kepada orang lain merupakan salah satu cara menghargai HIDUP kita. Bersikap empati berbeda pengertiannya dengan sikap simpati. Sikap simpati lebih merupakan kesepakatan penilaian terhadap orang lain. Sedangkan sikap empati lebih menekankan pada mengerti orang lain, memahami kondisi orang lain secara emosional dan intelektual. Artinya kita menggunakan ketajaman mata hati untuk memperhatikan kebutuhan orang lain, berusaha melihat kesulitan orang lain.
Bersikap empati, sederhananya memandang keluar melalui kerangka pikiran orang lain, atau melihat dunia dan hubungan dengan orang lain melalui kaca mata orang lain.
Bagaimana caranya ?. Kita dapat memulainya dengan menumbuhkan pemahaman dan perasaan dari dalam jiwa kita. Menanamkan tekad dari dalam hati untuk mengutamakan kepentingan orang lain. Memiliki kerendahan hati, kesediaan berbagi kebaikan dengan orang lain. Memiliki kesediaan hati berbagai kegembiraan disaat memperoleh kemenangan dan memberikan dorongan disaat mengalami kesulitan.

3. Banyak Melepaskan Energi Positif.
Melepaskan energi positif artinya banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan positif. Memandang hidup ini dari kaca mata positif dan banyak melakukan hal-hal positif. Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan pada saat menolong orang yang sedang benar-benar kesuksesan, misalnya ? Itulah sesungguhnya kebahagiaan yang menyentuh aspek spiritual. Menolong orang lain adalah pekerjaan positif, artinya kita melepaskan energi positif kepada orang lain.
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melepasakan energi positif ini, diantaranya mungkin anda punya semangat, punya ide, punya solusi bagi orang lain, maka berbagilah semangat, ide dan solusi itu dengan orang lain. Anda memiliki pemikiran-pemikiran posisitif, maka jangan malas menulisnya dan kirimkan melalui milis untuk orang lain. Semakin banyak anda melakukan pekerjaan positif, semakin banyak energi positif yang keluar dan semakin banyak yang akan kembali Anda terima. Mungkin anda akan menerimanya dalam bentuk yang berbeda, misalnya kebahagiaan hati, kepuasaan jiwa, ketenangan hidup bahkan bisa saja berbagai kemudahan rejeki, dll.

4. Hadapkan Wajah Hanya Kepada Allah SWT
Hidup ini hanyalah 'pemberian' dari Yang Maha Memberi. Maka Dia-lah yang berkuasa juga untuk mengambilnya kembali. Dialah Allah Tuhan yang mengatur kehidupan kita ini. Dia pulalah yang berkuasa memberikan kemudahan, keberhasilan atau kesulitan dalam kehidupan kita. Tentunya itu semua bermula dari bagaimana cara kita menghargai hidup yang sudah diberikan oleh-Nya.
Menghadapkan wajah kepada Allah, artinya menjaga keseimbangan dalam hidup ini hanya selalu mengorbit dan beredar dalam lingkaran yang berpusat pada hati nurani. Karena hati adalah pusat makna tertinggi dalam kehidupan yang didalamnya sudah ada sifat-sifat mulia Allah Tuhan Yang Maha Esa. Menghadapkan wajah kepada Allah artinya, bertawakal dan berserah diri kepada Allah. Hidup hanya untuk mengabdi kepada Allah, melalui berbagai bidang pekerjaan, melalui bisnis, maupun kehidupan lainnya. Bersyukur menerima kehidupan ini dan bersabar dalam setiap langkah kehidupan. Meskipun demikian tidak pernah berhenti ber-ikhtiar melalui usaha lahiriah yang cerdas dan keras. Lebih lengkap dapat dibaca di buku "The Art of Life Revolution" yang diterbitkan Elex Media. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Hal yang harus diingat

1. Jika sudah terjadi masalah, tdk harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada jalan keluarnya.
2. Menghadapi semua hal, tdk boleh berpikir negatif, seperti: "saya pasti tdk mampu", "saya tdk bisa", dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti: "saya bisa, pasti ada jalan keluarnya" dan lain lain.
3. Sudah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik - baik. Jangan pikir yang jelek/negatif. Selalu berpikir yang positif (baik).

4. Segala kesulitan/kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan : TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.

5. Orang yg sukses 85% ditentukan dari sikap/prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.

6. Segala sesuatu berubah (anicca). Kita tdk perlu susah. Misalnya : sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tdk senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.

7. Hukum karma, berarti berbuat baik akan mendapat hasil baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jgn melakukan kejahatan. Dan jgn berharap mendapat balasan dari perbuatan baik kita!!!

8. Kesehatan asalah paling nomor satu (berhaga). Jaga kesehatan kita dengan olahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.
9. Hidup ini penuh dengan masalah/persoalan/penderitaan. Jadi kita sdh tahu TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia.

10. Masa depan seseorang sangat tergantung pada sikap dan buku buku yang dibaca. Jadi membaca sangat penting dan menentukan masa depan seseorang.

11. Jangan membicarakan kejelekan orang lain, karena kita akan dinilai jelek
oleh orang yg mendengarkannya.

12. Pergaulan sangat penting dan merupakan salah satu kunci sukses. Boleh bergaul dengan orang jahat maupun baik asal kita HARUS TAHU DIRI/JANGAN TERPENGARUH LINGKUNGAN. Lebih baik lagi apabila kita bisa menuntun yang jahat ke jalan yang benar.

13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar dengan apapun juga. begitu juga dengan
budi orang2 yang telah membantu kita.

14. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!\

15. JANGAN MEMPERTENTANGKAN (MEMPERDEBATKAN) hal hal kecil yang tdk berguna
dengan siapapun juga.
16. Kunci sukses dlm hidup ini, selalu bersemangat, berusaha, disiplin, sabar, bekerja keras, rajin berdoa/sembahyang, banyak berbuat baik serta tdk blh berputus asa.

17. Jangan Menilai orang dari Harta(kekayaan), penampilan ataupun kondisi
fisik. Semua orang itu SAMA!!!

Mencapai potensi hidup yang maksimal


Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir,
rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai
kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang
sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.

Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :

* Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini
dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap
aspek kehidupanmu.

* Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus
melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang
dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan
tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan
pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri

* Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia
berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia
akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.

* Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya
dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai
trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu
selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.

* Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi
tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi
tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang
menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup
berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.


* Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar
yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri.
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,
Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita,
namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan
apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.

* Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu
sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan
sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,
sekarang juga !


Video Motivasi


Cara Mengubah Hidup Agar Lebih Baik

Mau Mengubah Hidup Agar Lebih Baik?

Cara Mengubah Hidup Itu Berproses

berubahMaaf, jika Anda pikir cara mengubah hidup seperti mengayunkan tangkat ajaib, maka Anda salah. Jika Anda ingin mengubah hidup Anda, artinya Anda perlu bersedia untuk berproses. Orang-orang hebat itu adalah mereka yang sudah melalui proses, tidak terjadi begitu saja.
Seringkali kita tertipu oleh persepsi sendiri. Orang yang lebih baik itu sudah dari sononya. Padahal tidak, mereka sudah melalui proses dan memerlukan waktu dan pengorbanan untuk sampai dalam tahap tertentu.
Orang yang memiliki jabatan tinggi, sebab dia sudah melalui proses yang mengubah dia menjadi pribadi yang pantas dan sanggup mengemban jabatan tinggi.
Begitu juga, orang yang berpenghasilan tinggi pun, sudah melalui proses untuk mengasah insting dan kemampuannya dalam mendapatkan penghasilan besar.
Orang alim pun sama. Mereka telah melalui proses menimba ilmu agama dalam waktu yang tidak sedikit.

Cara Mengubah Hidup Itu Menyeluruh

Banyak yang mengira, jika dia sudah memiliki modal, segalanya akan lebih baik. Bisa jadi, jika yang lainnya sudah baik, misalnya mindset dan kemampuannya sudah baik. Kehadiran modal akan membuatnya lebih baik.
Namun tidak semua orang punya modal menjadi lebih baik. Bahkan, modal malah menghancurkannya. Mengapa, sebab baik dari satu segi itu tidak cukup.
Anda tidak akan menjadi baik jika hanya mengandalkan skill teknis saja. Diperlukan kemampuan lain untuk meraih sukses, bukan hanya masalah kemampuan teknis saja. Hanya bisa membuat ayam goreng, tidak akan bisa menjadikan Anda menjadi pengusaha ayam goreng. Diperlukan kemampuan yang lain.

Langkah Pertama: Kejelasan

Anda mau berubah?
Jika Anda jawab ya, saya tanya lagi. “Berubah jadi apa?”
“Jadi Superman!!!” He he.
Jika Anda menjawab, “Menjadi lebih baik.”
Maka akan muncul pertanyaan berikutnya, baik apanya?
Terus seberapa baik?
Bingungkan?
Anda akan bingung jika tidak jelas arah perubahan Anda. Seperti saat Anda mengendarai mobil, Anda akan mudah mengarahkan setir mobil jika sudah mengetahui tujuan dengan jelas. Jika tidak, maka mobil Anda bisa tidak tentu arah dan entah akan melaju kemana.
Tentukan, apa definisi lebih baik itu dengan jelas dan terukur. Jika mau lebih baik dari sisi ekonomi, baik apanya? Misalnya penghasilan saya ingin lebih baik? Berapa lebih baik itu? Kapan?
Artinya langkah pertama Anda harus membuat sebuah tujuan yang SMART, dimana tujuan itu lebih baik dari kondisi saat ini.

Langkah Kedua: Tekad

Banyak yang ingin berubah, tetapi hanya ingin. Dia tidak juga melakukan perubahan.
Mengapa?
Sebab dia tidak memiliki tekad yang kuat.
Keinginan yang kuat ditunjang tekad yang kuat akan menghasilkan perubahan yang berarti. Dalam proses perubahan, Anda akan bertemu banyak halangan dan rintangan, bahkan kecendrungan untuk kembali ke tempat semua. Nah, untuk mengatasi itu semua, dibutuhkan tekad yang kuat.
Tekad yang kuat artinya Anda harus siap dan mau “membayar” apa pun yang diperlukan (selama halal) untuk mengalami perubahan.
Kenyataanya, banyak yang ingin berubah, tetapi mereka tidak mau memenuhi syaratnya. Keinginan dan tekad mereka lemah, kemudian akhirnya mereka berdalih bahwa kondisi saat ini sudah yang terbaik.
Jadi bulatkan tekad Anda untuk berubah, sekarang. Kemudian bertawakallah.

Langkah Ketiga: Hati

Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa (segumpal daging) itu adalah hati. (H.R alBukhari dan Muslim)
Dari hadits ini sudah sangat jelas, jika Anda ingin berubah menjadi lebih baik, ubahlah hati Anda. Hati meliputi perasaan dan pikiran, maka wajar banyak metode pengembangan diri yang fokus membenahi perasaan dan pikiran.
Bersihkan hati, dari dosa, dari perasaan negatif, dari berburuk sangka, khawatir, lemah, takut, ragu, dan berbagai penyakit hati lainnya, niscara Anda akan berubah menjadi pribadi yang jauh lebih optimis, semangat, dan memiliki energi yang tinggi untuk berubah.
Penghalang perubahan itu ada di hati kita, maka bersihkanlah jika ingin berubah.

Langkah Keempat: Prioritas

Hal pokok keempat yang perlu kita lakukan adalah mengatur prioritas kita. Perubahan akan tergantung apa yang kita prioritaskan. Jika Anda memprioritaskan tindakan-tindakan yang biasa Anda lakukan, maka hasilnya pun akan seperti biasa. Mengapa berharap yang lain?
Kadang banyak orang yang merasa sudah melakukan sesuatu untuk perubahan, tetapi tidak menjadi prioritas sehingga tidak memberikan hasil yang signifikan. Hasilnya akan didominasi oleh apa-apa yang Anda prioritaskan.
Lihatlah apakah Anda sudah punya rencana untuk berubah? Maka prioritaskan tindakan Anda pada rencana itu.

Langkah Kelima: Istiqomah

Kelanjutan dari memprioritaskan adalah Anda harus istiqomah dalam melakukannya. Jika tidak, maka hasilnya tidak akan berarti untuk mengubah hidup Anda. Lakukan terus dan terus sampai Anda merasakan perubahan itu.
Konon, istiqomah adalah hal yang paling sulit. Menjaga istiqomah itu tidak mudah. Tapi, ini harus dilakukan jika Anda mau berubah.

Langkah Keenam: Motivasi

Istiqomah itu berat. Untuk itu, dibutuhkan energi yang lebih besar agar bisa terus istiqomah. Semakin jauh perjalanan, akan semakin dibutuhkan energi yang lebih banyak. Semakin jauh perjalanan, bensin haru siap sedia, jangan sampai roda berhenti berputar.
Agar Anda terus istiqomah bertindak, maka Anda harus memiliki motivasi yang cukup sampai akhir. Jangan sampai berhenti ditengah jalan, sebab jika berhenti Anda tidak akan pernah sampai ketujuan.
Anda harus memiliki senjata-senjata yang bisa memotivasi diri Anda.

Langkah Ketujuh: Optimis

Semua hal diatas akan percuma jika Anda pesimis. Kadang, perubahan itu membutuhkan waktu yang lama. Membutuhkan proses dan perjuangan. Anda hanya akan bisa berproses jika Anda memiliki optimisme yang tinggi.
Optimis adalah yakin, bahwa Anda bisa berubah, meski setelah usaha panjang masih belum terlihat hasilnya. Anda terus menjaga keyakinan, suatu saat perubahan itu akan tiba.
Optimis menjadi sebuah pelengkap yang mutlak harus ada. Banyak orang yang tidak jadi berubah karena mereka kehilangan optimisme.

Memotivasi Diri Sendiri Dan Orang Lain

Cara Memotivasi Diri Sendiri Dan Orang Lain

Langkah 1: Menemukan Tujuan Yang Memberdayakan

cara memotivasi diriCara pertama dan terpenting adalah mengeset tujuan yang jelas dan memberdayakan. Kita harus membuat sebuah tujuan terukur dan kita benar-benar menginginkannya. Kita harus membuat tujuan yang akan membangkitkan motivasi kita.
Tujuan adalah motivasi, memiliki tujuan akan memiliki motivasi. Jika ada tujuan yang belum memotivasi, ada yang salah dengan tujuan tersebut. Anda harus benar-benar membuat inspiring goal, tujuan yang benar-benar tajam, menggairahkan, dan menggerakan Anda untuk mencapai.
Pertama temukan apa yang paling Anda inginkan dalam hidup. Bener-bener Anda inginkan, benar-benar anda impikan. Tujuan, yang benar-benar akan membuat Anda bahagia, bahkan saat Anda hanya membayangkannya saja.
Kedua buat tujuan yang melampaui kemampuan Anda. Jika tujuan Anda biasa-biasa saja, maka motivasi yang muncul pun akan biasa-biasa saja. Tujuan yang melampaui tujuan Anda akan membuat Anda lebih semangat, lebih giat dalam meraihnya.
Gantungkan cita-cita dilangit, jika gagal, maka Anda masih jatuh di bintang-bintang. Jika Anda memiliki tujuan memiliki penghasilan Rp 100.000.000 per bulan, ternyata Anda bisa meraih “hanya” setengahnya, Anda mendapatkan Rp 50.000.000.
Kadang, suka ada orang yang berkata, “saya cuma ingin …”. Sayangnya itu kurang memberdayakan. Miliki tujuan yang kuat, yang benar-benar membangkitkan motivasi dari dalam diri. Jangan hanya sekedar, tetapi harus yang luar biasa.
Pada dasarnya, motivasi itu ada 2. Yang pertama untuk meraih kesenangan. Yang kedua untuk menghindari rasa sakit atau kesulitan. Sementara, banyak orang yang hanya fokus pada kekecewaan, rasa sakit, kesulitan, atau hal-hal yang tidak diinginkannya.
Ini juga bisa dijadikan sebagai tujuan. Misalnya ada orang yang sudah bosan dengan kemiskinan. Artinya dia tidak mau miskin, maka jadikan ini sebagai tujuan. Tujuannya melepaskan diri dari kemiskinan. Kemudian ubah dengan kalimat positif, tujuannya ingin menjadi kaya.
Kemudian untuk dengan tujuan positif tersebut menjadi tujuan yang lebih spesifik, seberapa kaya? Berapa penghasilan yang diinginkan? Kapan? Ya, harus SMART,.

Langkah 2: Menyadari Kekuatan Diri

Salah satu penghambat, mengapa banyak orang yang motivasinya lemah karena menganggap diri tidak mampu. Jika orang sudah mengatakan “tidak bisa”, maka dia akan kehilangan motivasi, sudah tidak mau lagi mencoba.
Motivasi akan tumbuh, jika dia sudah memiliki keyakinan bahwa dia mampu. Dia yakin bahwa Allah sudah memberikan potensi yang luar biasa. Potensi yang mencukupi untuk meraih apa yang dia inginkan, potensi yang cukup untuk menanggung beban yang ada.
Bukankah Allah tidak akan memberikan beban diluar kesanggupan kita? Anda pasti sanggup. Anda pasti sanggup. In syaa Allah.
Jika Anda merasa tidak mampu, artinya Anda hanya belum mengoptimalkan potensi diri yang sebenarnya sudah Anda miliki. Jadi jangan berhenti, jangan kehilangan motivasi, yang Anda butuhkan adalah belajar mengoptimalkan potensi Anda.
Setelah menyadarkan akan tujuan, langkah selanjutnya adalah menyadarkan bahwa Anda atau orang lain memiliki potensi yang cukup. Anda hanya perlu menggali dan mengoptimalkan potensi diri. Caranya adalah dengan belajar, mencoba, dan melatih diri.
Saya sudah membuat program, bagaimana agar Anda lebih percaya diri, yakin akan potensi diri yang dijelaskan dengan detil di video The Confidence Secret.

Langkah 3: Yakini Selalu Ada Jalan

Tujuan sebagai energi pendorong sudah ada. Keyakinan akan potensi diri sudah ada, maka selanjutnya yakini bahwa Anda bisa melakukan apa yang harus dilakukan untuk meraih tujuan Anda dan dengan memanfaatkan potensi diri Anda.
Bisa jadi, Anda saat ini belum mengetahui apa yang harus dilakukan. Tapi bukan berarti tidak ada caranya. Bukan berarti tidak ada jalan. Anda hanya perlu berusaha untuk mengetahuinya.
Yakinlah selalu ada jalan, yakinkan orang lain selalu ada jalan. Bagaimana agar Anda selalu menemukan jalan itu? Silahkan baca artikel ini.
Mungkin Anda sudah mengetahui jalan besar yang harus ditempuh, tetapi ternyata sepertinya sulit untuk dilakukan. Jangan kehilangan motivasi, sebab ada teknik atau cara berpikir menjadikan sesuatu yang sulit menjadi sesuatu yang bisa dilakukan. Selengkapnya saya bahas di Instant Motivation Weapon, sekaligus membahas berbagai teknik lainnya untuk membangkitkan motivasi.

Langkah 4: Kunci Agar Bisa Memotivasi Orang Lain

OK, sekarang sudah mengetahui 3 langkah jitu untuk memotivasi diri. Sebenarnya, 3 langkah tersebut bisa digunakan untuk memotivasi orang lain. Namun, sebelum Anda memotivasi orang lain, ada satu hal penting yang harus Anda miliki dulu, yaitu mampu memotivasi diri terlebih dahulu.
Bagaimana Anda bisa memotivasi orang lain, sementara diri Anda sendiri loyo, tidak semangat, dan malas-malasan. Kesesuaian perkataan Anda dan tindakan Anda akan sangat mempengaruhi oleh orang lain. Bahkan, kondisi Anda sebenarnya lebih kuat mempengaruhi ketimbang kata-kata.
Jadi, miliki tujuan yang kuat, yakinlah bahwa Anda sanggup, dan yakinlah bahwa selalu ada jalan meraih tujuan Anda. Mulailah dari diri sendiri sebelum memotivasi orang lain.

membangun motivasi bagi diri sendiri dan orang lain

Bagaimana membangun motivasi bagi diri sendiri dan orang lain?

Pada dasarnya, membangun motivasi bagi diri sendiri maupun orang lain itu sama. Ada unsur yang harus kita perhatikan agar kita bisa membangun motivasi. Kedua unsur itu adalah pain dan pleasure, yaitu kesengseraan dan kesenangan.
Orang melakukan sesuatu untuk menghindari kesengsaraan seperti sakit, kemiskinan, penderitaan, kehilangan, penolakan, dan sebagainya. Begitu juga, orang mau bertindak karena dia mengejar kesenangan seperti cinta, kebahagiaan, kekayaan, keceriaan, dan sebagainya.
motivasi
Dia mau capek-capek naik gunung untuk merasakan kesenangan setelahnya.
Lalu, bagaimana agar dua hal itu bisa membangun motivasi bagi diri sendiri dan orang lain?

3 Langkah Membangun Motivasi

Ada 3 langkah yang perlu kita tempuh
  1. Penyadaran. Langkah pertama perlunya sebuah kesadaran, apa sich yang tidak diinginkan dan apa yang yang diinginkan? Jadi, langkah pertama berpusat pada keinginan. Untuk penyadaran, akan lebih mudah untuk menuliskannya. Coba tulis 100 keinginan Anda. Banyak orang yang tidak memiliki motivasi, karena keinginan diri sendiri saja tidak disadarinya.
  2. Penegasan. Setelah Anda mulai sadar apa saja yang Anda inginkan, saatnya melakukan pengasan. Caranya buatlah tujuan. Apa bedanya keinginan dan tujuan? Tujuan lebih jelas dan spesifik. Untuk membantu memudahkan tujuan, buatlah dengan metode SMART.
  3. Pemantapan. Setelah sadar, kemudian ditegaskan dengan goal setting yang SMART, selanjutnya lakukan pemantapan, agar benar-benar masuk ke dalam hati Anda. Baca secara berulang, tempel tulisannya di tempat yang mudah dilihat, dan sebagainya.
Untuk membangun motivasi bagi orang lain, Anda bisa melakukannya dengan komunikasi. Bimbinglah mereka untuk melakukan 3 langkah diatas. Dan, yang terpenting adalah menjadi contoh atau teladan bagi orang lain.

Membangun Motivasi Lebih Kuat Lagi

bagaimana membangun motivasi bagi diri sendiri dan orang lain
Jika sesuatu tidak menantang Anda, maka dia tidak akan mengubah Anda.
Kadang, pain dan pleasure kurang menggerakan. Banyak lho, orang yang sebenarnya punya keinginan dan selalu dia ingat, tetapi masih kurang motivasinya untuk bertindak. Maka, untuk membangun motivasi yang lebih kuat lagi dengan menjadikan tujuan Anda sebagai tantangan.
Mungkin, Anda ingin meraih penghasilan Rp 10.000.000 per bulan. Ini sudah cukup untuk makan dan membayar semua tagihan. Tapi, akan lebih dahsyat jika Anda membuat tantangan. Mengapa tidak membuat tujuan penghasilan Rp 100.000.000 per bulan.
“Ah, tujuan jangan muluk-muluk, kalau tidak tercapai sakit.”
Sakit tidaknya bukan karena gagal meraih tujuan, tetapi bagaimana Anda menyikapi kegagalan itu.
Lagi pula, saya lebih baik gagal meraih penghasilan Rp 100.000.000 dari pada berhasil meraih penghasilan Rp 10.000.000. Anggap saja, saya hanya berhasil meraih setengahnya. Berapa penghasilan saya?
Tantangan lebih memotivasi, lebih menggali potensi, dan menjadikan pikiran kita lebih kreatif untuk mencari ide-ide brilian. Kita pun akan sadar, jika tujuan kita menantang maka kita harus bertindak lebih masif, terstruktur, dan sistematis. Tidak bisa bertindak asal-asalan.
Tantangan akan mengubah Anda menjadi lebih semangat dan lebih kreatif.

Jangan Biarkan Kata-kata Orang Lain Meruntuhkan Motivasimu

Jangan Biarkan Kata-kata Orang Lain Meruntuhkan Motivasimu

penilaian orang lain

Kita Tidak Bisa Menyuruh Dunia Diam

Dalam kehidupan social, kita akan bertemu banyak orang. Mereka dengan bebas berkata, yang mungkin saja merendahkan kita, menyepelekan kita, baik dengan kata-kata langsung, maupun secara tersirat. Baik hanya sekedar memberikan penilaian dan memberi masukan. Tidak menutup kemungkinan, mungkin saja ada orang yang sengaja ingin menghancurkan motivasi Anda.
Tidak nyaman didengar? Memang. Saya merasakannya juga. Tapi sayangnya, kita tidak bisa menyuruh dunia diam. Kita tidak bisa menyuruh semua manusia yang kita temui hanya mengatakan hal-hal yang positif saja. Kita tidak bisa membungkam semua orang agar tidak menghina, mencaci, dan merendahkan kita.
Bahkan, saat Anda pun berbuat baik kepada orang lain, tidak dijamin sikap mereka akan baik juga kepada Anda. Kita semua mengetahui bagaimana tingginya akhlaq Rasulullah SAW, namun tetap saja ada yang membenci, mengolok-olok, memfitnah, bahkan ingin mencelakakan beliau.
Jadi, tidak usah berkecil hati, saat Anda masih mendengar kata-kata negatif dari orang lain terhadap diri Anda.

Kuncinya Adalah Bagaimana Anda Menyikapinya

Mengubah dunia itu tidak mungkin. Tapi mengubah diri sendiri sangat mungkin. Anda tidak perlu berkecil hati, motivasi diri menjadi ciut, atau kepercayaan diri menjadi turun. Tidak, tidak perlu seperti itu. Sikapi semua dengan positif.
Yang perlu Anda ketahui adalah Anda bisa mengendalikan perasaan Anda. Anda juga bisa membentuk melatih sikap terhadap berbagai perkataan menyakitkan itu. Tidak mudah memang, dibutuhkan latihan dan peningkatan secara bertahap.
Salah satu cara agar emosi tidak terpancing adalah tidak reaktif. Jangan langsung bereaksi saat Anda mendengar kata-kata menyakitkan, termasuk membaca status atau komentar di social media. Biarkan sejenak, jika perlu sampai sehari sampai Anda bisa menanggapinya dengan kepala yang dingin.
Bahkan sering kali, jika ada kata-kata menyakitkan, lebih baik diabaikan saja. Tidak perlu membela diri, tidak perlu membalas. Jika itu sebuah fitnah, cukup menjelaskan saja kebenarannya. Kalau pun harus berurusan menuntut secara hukum karena merugikan, tetap lakukan dengan kepala dingin.

Emosi Negatif Merugikan Diri Sendiri

Jika kita biarkan diri kita emosi, kemudian kita pupuk emosi itu dengan pertengkaran, perdebatan tidak kunjung selesai, saling sindir, atau malah memikirkannya, maka akan semakin emosi negatif dalam diri Anda. Emosi negatif itu merugikan. Baik bagi kesehatan, motivasi, bahkan bagi bisnis.
Emosi negatif seperti kolesterol yang menyumbat darah. Emosi negatif bisa menyumbat energi yang pada ujungnya bisa menyumbat kesehatan dan rezeki Anda. Emosi negatif menjadikan kita lupa bersyukur, sebab pikiran akan mengikuti emosi yang isinya semua negatif.
Emosi negatif itu salah satunya marah. Tapi bukan marah saja, termasuk sakit hati, kecewa, dendam, sakit hati, dan sebagainya. Emosi negatif berawal dari perasaan, dan Anda bisa mengendalikan perasaan Anda. Kuncinya Anda yakin bahwa Anda bisa mengendalikan.
Emosi negatif jika dibiarkan akan menjadi luka emosi. Luka emosi akan menjadikan diri kita sangat rentan dan over protektif. Pada akhirnya akan merusak citra diri. Citra diri akan merusak percaya diri. Turunnya kepercayaan diri, akan menurunkan peluang untuk meraih sukses.
Katakan, “Saya bisa mengendalikan perasaan. Saya orang yang shabar. Orang shabar disayang Allah dan memiliki kekuatan yang besar.”
Ayo, katakan kalimat diatas berulang kali, sampai meresap ke dalam hati Anda.

Fokuslah Pada Diri Sendiri dan Orang-orang Yang Anda Sayangi

keep-calm-and-focus-on-yourself-8Anda adalah orang yang penting. Anda adalah orang yang berharga. Apalagi saat ada orang-orang yang bergantung pada diri Anda. Apalagi jika orang-orang disekitar Anda menyayangi Anda.
Sungguh rugi, jika pikiran kita hanya memikirkan kata-kata orang lain itu. Jauh lebih penting, waktu dan energi Anda digunakan untuk perbaikan diri sendiri dan untuk membahagiakan orang-orang yang Anda sayangi dan menyayangi Anda. Jauh lebih penting jika waktu dan energi Anda digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, untuk beribadah, berdakwah, dan berjihad dijalan Allah.
Sadarilah, Anda adalah sangat berharga. Berharga bagi diri Anda dan orang-orang tercinta. Jauh lebih berharga dari perkataan dan anggapan orang kepada Anda.

Maafkan Mereka dan Sayangi Mereka

“Bagaimana mungkin? Mereka menyakiti saya, kenapa harus memaafkan dan menyayangi mereka?”
Anda adalah orang yang beruntung. Anda adalah orang baik, orang yang mulia, orang yang berakhlaq mulia. Anda tidak suka menyakiti, tidak suka memaki, tidak suka merendahkan, Anda tidak memfitnah. Artinya Anda beruntung memiliki sikap mulia. Jangan kotori dengan membalas mereka. Jika Anda membalas, artinya Anda sama saja dengan mereka. Jangan rendahkan diri Anda.
Justru, jadilah orang yang lebih baik. Bukan dengan cara menyombongkan diri, justru dengan memiliki jiwa pemaaf dan pengasih. Maafkan mereka. Bukan untuk mereka, tapi untuk kebaikan diri Anda sendiri. Memaafkan sebenarnya untuk kepentingan diri sendiri.
Do’akan mereka, agar mereka menyadari kesalahan mereka. Mungkin mereka sedang dalam kondisi tidak baik. Mungkin mereka tidak bahagia. Semoga Allah segera memperbaiki kondisi mereka dan membahagiakan mereka sehingga tidak lagi bersikap negatif.

Mungkin Ini Cara Allah Untuk Memperbaiki dan Mendewasakan Anda

Terlepas apakah yang dikatakan orang tentang Anda itu benar atau tidak, tapi jika kita menyikapinya dengan positif, itu akan berakibat baik untuk kita. Mungkin, ini cara Allah untuk memperbaiki dan mendewasakan kita. Kita terlatih, lebih kalm, lebih tenang, saat menghadapi hal-hal yang menyakitkan.
Ketenangan akan mendatangkan hikmah. Jika kita sakit hati atau emosi, bisa saja kita lepas atau tidak berhasil menangkap makna dari apa yang terjadi. Ketenangan memberikan kesempatan kepada kita untuk berpikir lebih jernih, sehingga mampu menangkap makna dan hikmah yang besar dari setiap kejadian.

Saya Sadar Ini Sulit, Tapi In syaa Allah Bisa

Jika Anda pikir, bahwa untuk memiliki sikap ideal itu sulit, maka saya setuju dengan Anda. Saya sendiri mengalami kesulitan itu dan sampai saat ini belumlah sempurna. Tapi saya yakin, jika kita terus berusaha, semakin hari akan semakin baik.
Tidak apa-apa, jika saat mencoba Anda masih gagal. Yang penting jangan menyerah. Teruslah mencoba untuk selalu tenang dan menyikapi segala kata-kata menyakitkan. Kata pada diri Anda, kalau Anda bisa bershabar. Yakinlah, yakinlah. Tumbuhkan kesadaran kalau diri Anda jauh lebih penting dari sekedar cemoohan itu.
Saya menulis ini bukan berarti saya sudah menjadi orang yang bijak. Tidak. Tapi ini adalah hasil pengalaman saya belajar memperbaiki diri. Saya bagikan kepada Anda, agar kita bisa sama-sama belajar.
Semoga Allah menjadikan kita orang yang mulia dengan kesabarannya. Dan bagaimana pun kata-kata menyakitkan itu datang, tidak akan menghancurkan motivasi kita.

Cara Membangkitkan Semangat Kerja Yang Ampuh

7 Langkah Cara Membangkitkan Semangat Kerja Yang Ampuh

Membangkitkan Semangat Kerja

Step by Step Cara Membangkitkan Semangat Kerja

Apakah Anda merasa memerlukan membangkitkan semangat kerja yang mulai menurun? Banyak penyebab seseorang yang motivasi kerjanya mulai turun. Mulai dari ketidak puasan terhadap perusahaan atau atasan, lingkungan yang kurang menyenangkan, rekan kerja yang kurang kita sukai, termasuk kondisi ekonomi yang tidak juga beranjak.
Pertanyaanya, saat semangat dalam bekerja menurun, apakah kita mengikutinya? Kita biarkan semangat turun, akhirnya prestasi kita jeblok. Apakah ini akan baik? Atau membuat segalanya makin buruk. Anda bisa saja di PHK, bisa saja terjalin hubungan yang tidak baik, bahkan bisa mengganggu kesehatan. Emosi yang terus negatif akan mengganggu kesehatan.
Untuk itu, Anda harus segera membangkitkan semangat kerja Anda segera mungkin. Berikut ada 7 langkah bagaimana membangkitkan semangat kerja.

Langkah #1 Cara Membangkitkan Semangat Kerja Ingat Niat Kerja

Apa sich niat Anda bekerja?
Saya kita sudah banyak yang faham. Kerja memang mengharapkan gaji setiap bulan. Tapi untuk apa gaji itu? Untuk menafkahi keluarga. Dan ini adalah kewajiban, ini adalah bagian dari ibadah. Jadi, niat bekerja itu sesungguhnya adalah ibadah.
Jika niat ibadah, artinya kita bekerja bukan untuk atasan, bukan untuk perusahaan, bukan untuk rekan kerja. Semua itu hanya wasilah. Tapi sebenarnya kita bekerja untuk Allah. Ibadah itu untuk Allah, sehingga rasanya tidak layak kita bekerja sekedarnya.
Yuk, kita luruskan kembali niat kita bekerja sebagai salah satu ibadah. Untuk itu, maka tekadkan pada diri kita untuk bekerja lebih semangat lagi.

Langkah #2 Ingat Tujuan, Cita-cita, dan Harapan

Selain bekerja itu sebagai ibadah, bekerja juga sebagai jalan kita meraih tujuan, cita-cita, dan harapan kita. Apakah Anda memiliki cita-cita untuk meraih jenjang karir yang lebih tinggi? Tunjukan dengan semangat tinggi. Jika Anda ingin bekerja untuk mendapatkan gaji lebih besar, tunjukan dengan semangat yang tinggi.
Bahkan, jika Anda akan pensiun dalam beberapa tahun lagi, tidak ada salahnya bekerja dengan semangat tinggi sebagai contoh untuk generasi muda dan meninggalkan kesan positif bagi perusahaan dan rekan kerja Anda.
Mengingat tujuan, cita-cita, dan harapan Anda adalah salah satu cara membangkitkan semangat kerja.

Langkah #3 Untuk Siapa Saja Anda Bekerja

Cara selanjutnya membangkitkan motivasi kerja adalah dengan mengingat untuk siapa kita bekerja? Untuk keluarga bukan? Untuk mereka yang Anda sayangi dan menyayangi Anda.
Jangan kecewakan mereka dengan semangat kerja yang rendah. Justru Anda harus menjadi contoh bahwa Anda begitu semangat dalam bekerja. Sejauh mana semangat Anda, sadar tidak sadar, akan membekas di pikiran bawah sadar keluarga Anda. Anak-anak akan meneladani Anda.
Bagi Anda yang belum berkeluarga, mungkin Anda ingin membahagiakan orang tua Anda. Berbakti kepada orang tua adalah satu ibadah, bahkan ibadah dengan pahala yang besar. Sebaliknya, durhaka adalah dosa yang besar. Pantaskah kita bekerja dengan semangat yang lembek padahal untuk berbakti kepada orang tua?

Langkah #4 Sadari Apa Yang Menjadi Perusak Semangat Anda

Anggaplah Anda sudah semangat kembali dengan 3 langkah diatas. Mungkin Anda akan mengatakan, tapi …
Ya, ada banyak hal yang bisa merusak semangat kerja Anda seperti disebutkan diatas. Silahkan Anda sadari, apa saja sich yang merusak semangat Anda.
Apakah gaji yang kecil, tidak puas dengan perusahaan, tidak puas dengan atasan, kecewa dengan rekan kerja, bekerja tidak sesuai passion? Apa lagi?

Langkah #5 Renungkan Mana Yang Lebih Penting

Sekarang renungkan. Mana yang lebih penting, apakah niat ibadah ditambah cita-cita Anda ditambah orang-orang yang Anda sayangi atau perusak semangat Anda?
Saya yakin, ibadah karena Allah jauh lebih penting dibandingkan atasan yang cerewet. Saya yakin, cita-cita Anda untuk hidup lebih baik, jauh lebih penting dibandingkan rekan kerja yang usil. Orang-orang yang kita cintai pun, jauh lebih penting dari masalah apa pun yang ada.
Jangan sampai, hal-hal terpenting dalam hidup Anda dikalahkan oleh pengganggu-pengganggu itu.

Langkah #6 Yakinlah Bahwa Diri Anda Mampu

Yakinlah bahwa diri Anda mampu mengatasi, mampu bertahan, dan mampu menghadapi semua perusak motivasi Anda. Anda mampu, sebab Allah tidak akan membebani kita di luar kemampuan kita.
Pancangkan tekad dalam hati Anda, bahwa Anda TIDAK AKAN KALAH, demi ibadah kepada Allah, demi cita-cita Anda, dan demi orang-orang yang Anda sayangi.
Tekadkan dan yakinlah Anda mampu!

Langkah #7 Resapkan Ke Dalam Sanubari

Buatlah catatan renungan dari langkah 1 sampai langkah 6. Saya yakin, jika Anda mengikutinya Anda sudah semangat lagi. Namun, agar semangat itu lebih tahan lama, resapkan ke dalam sanubari Anda. Caranya adalah dengan membuat catatan-catatan dari langkah 1 sampai 6 yang membuat Anda semangat.
Dengan mencatat saja, itu akan lebih kuat tertanam dalam pikiran Anda. Apalagi jika Anda baca kembali pada kesempatan-kesempatan tertentu secara rutin.

Disiplin sebagai penentu sukses

Sukses adalah hasil dari berbagai aspek seperti kerja keras, kepandaian, rencana dan pelaksanaan yang hati-hati, serta, sedikit keberuntungan. Di samping itu, sukses juga ditentukan oleh displin atau tidaknya seseorang meraih segala sesuatu dan ‘meletakkan sesuatu di tempat yang layak’.
Tanpa disiplin, seseorang tak akan mampu menyelesaikan segala apa yang telah direncanakannya. Dia tak akan mampu melakukan sebuah strategi secara berkesinambungan untuk meraih tujuan jika tidak punya disiplin. Disiplinlah yang membuat kita berada on track, tak peduli seberapa berat yang dihadapi. Orang yang disiplin tahu apa saja yang perlu dilakukan dan berfokus pada hal itu.
1. Dimulai pagi hari
Sebetulnya, disiplin tidak usah dibicarakan terlalu muluk. Secara sederhana, sejak pagi dimulai, kedisiplinan tanpa sadar sudah menyertai. Bangun pukul sekian, mandi, kemudian berangkat dari rumah, adalah contoh kecil tentang disiplin.
Banyak orang sukses akan setuju bila faktor disiplin disertakan sebagai salah satu resep keberhasilan mereka. Bila kita bangun dengan kaki yang salah misalnya, sebagai akibatnya kita merasa tidak enak badan, bisa dipastikan bahwa hari itu kita akan lebih tidak produktif ketimbang hari-hari di mana segala sesuatunya berjalan lancar.
Kiat penting untuk mengoptimalkan pagi hari adalah dengan membuat semacam rutinitas kecil. Bangunlah di waktu-waktu yang sama – misalnya pukul 5-6 pagi (bukannya bisa bangun jam lima, bisa juga jam sepuluh nanti), dan kerjakan hal-hal kecil yang efisien, seperti menyiapkan pakaian, atau memanaskan mobil, dan sebagainya. Jangan lupa pula sarapan pagi untuk memberi energi.
2. Optimalkan waktu kerja
Disiplin tak terlepas dari optimalisasi waktu kerja. Kalau di waktu kerja kita cenderung bermalas-malasan, menunda pekerjaan, dan sebangsa, kapan kesuksesan itu bakal muncul? Singgah saja pun jangan-jangan tak sudi.
Untuk itu, agar kedisiplinan kita berjalan teratur, buatlah daftar tugas setiap hari. Kita bisa membaginya dalam beberapa periode, tergantung dari rutinitas atau proyek yang sedang dikerjakan.
Dengan menuliskan manajemen waktu, kita bisa membayangkan segala tujuan, dan kemudian mengukur efisiebsi kerja kita sendiri. Selain itu, kita juga bisa tahu sebanyak apa kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek tertentu. Dengan melihat hasilnya, kita juga bisa tahu apakah target yang kita tentukan itu gagal atau tidak. Kalau iya, apakah hal itu disebabkan rencana yang tidak layak, atau karena terinterupsi oleh orang lain, atau karena kita sendiri yang tidak disiplin mengerjakan tugas sesuai jadwal.
3. Seberapa lama ketahanan tubuh ?
Setiap orang tentu punya ketahanan tubuh yang berbeda-beda. Ada orang yang tahan bekerja di depan komputer sampai 8-10 jam, ada juga yang tidak. Ukurlah hal ini, lalu terapkan pada daftar tugas.
Misalnya, kalau kita tahu bahwa kita cuma tahan bekerja selama lima jam saja pada hari Jumat – karena harus ke mesjid atau kita sudah terlalu bosan di kantor, maka optimalkan saja kerja lima jam itu. Jam kerja lainnya kita isi dengan kegiatan yang menghibur. Sebab, kalau dipaksakan bekerja sampai 10 jam misalnya, tapi hanya dengan 50% kapasitas kita, itu cuma buang-buang waktu.
4. Pikiran sehat terdapat dalam tubuh yang sehat Ini sudah jelas ada dalam buku sekolah anak SD. Dan tak usah diperdebatkan lagi, bila kondisi fisik kita prima, kita juga akan bekerja lebih baik ketimbang ketika kita sakit. Karena itu, jagalah selalu kesehatan.
5. Seimbangkan kerja dengan hiburan
Catat bahwa kerja hanyalah satu bagian dalam hidup kita. Bila kita meninggalkan kantor, tinggalkan. Jangan bawa dalam pikiran kita, karena seharusnya bagian lain dalam hidup kita yang mengambil alih. Untuk itu, cobalah berdisiplin untuk membagi segala sesuatunya dengan layak.
Sukses bukan cuma di karir saja, tapi dalam kehidupan pribadi kita sendiri. Di sinilah disiplin mengelola hidup kita akan memberikan hasil. Percayalah, hidup ini jauh lebih bermakna ketimbang sekadar mencari uang.

MENGENAL KEDISIPLINAN

Disiplin Sebagai Kebutuhan Anak
Disiplin merupakan salah satu kebutuhan dasar anak, dalam rangka pembentukan dan pengembangan wataknya secara sehat. Tujuannya ialah agar anak dapat secara kreatif dan dinamis mengembangkan hidupnya di kemudian hari. Apabila orangtua mengasihi anaknya maka mereka juga harus mendisiplinkan anaknya. Apabila guru Sekolah Minggu mengasihi murid-muridnya, maka ia juga harus mendisiplinkan murid-muridnya.

Tentu saja, kasih dan disiplin harus berjalan bersama-sama secara seimbang. Dengan perkataan lain, kasih tanpa disiplin mengakibatkan munculnya rasa sentimen dan ketidakpedulian. Sebaliknya, disiplin tanpa kasih merupakan tindakan kejam (tirani).
Banyak orangtua, karena berbagai alasan termasuk kesibukan, tidak mempunyai pemahaman dan pengertian, mengabaikan kebutuhan anak dalam disiplin ini. Akibatnya suatu saat anak memberontak, sulit dikendalikan, dan akan mencari perhatian secara berlebihan. Orangtua demikian tentu akan mengalami konflik yang terus-menerus dengan anaknya, bahkan tidak jarang ada anak yang mengalami kekecewaan dan perasaan terluka. Oleh karena itulah, bahasan kita mengenai kedisiplinan ini amat perlu, karena hal ini dapat menjadi sumber masukan dalam pelayanan kita sebagai guru Sekolah Minggu, sehingga kita memiliki pemahaman yang benar mengenai kedisiplinan. Selain hal itu dapat menjadi alat refleksi bagi diri kita sendiri, sehingga kita dapat bersikap yang benar dalam mendisiplin murid-murid kita.
B. Dasar Teologis Disiplin
Pentingnya disiplin guru Sekolah Minggu terhadap muridnya dan orangtua terhadap anaknya, bukan hanya karena alasan sosiologis dan psikologis, tetapi juga karena pemahaman teologis. Keterangan berikut ini merupakan bentuk kedisiplinan di dalam Alkitab yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua, antara lain:
Allah Bapa senantiasa mendisiplin manusia ciptaan-Nya baik secara individual maupun secara kelompok. Cara Tuhan dalam mendisiplin umat-Nya sama dengan cara ayah dalam mendisiplin anaknya (lihat Ulangan 8:5 dan Mazmur 6:2; Mazmur 38:2-3). Tujuan Allah mendisiplin manusia adalah agar mereka taat, hormat dan takut kepada-Nya. Karena itu Tuhan memberikan pengajaran, memberikan teguran, menyatakan nasehat, dan jika perlu mengijinkan terjadinya penderitaan seperti sakit penyakit, kerugian, bahkan pembuangan ke tempat atau negeri lain. Sejarah Israel menyatakan umat Israel dari kerajaan utara terbuang selama 40 tahun ke Asyur dan umat Yehuda ke negeri Babilonia selama 70 tahun.
Dalam Perjanjian Baru, penulis kitab Ibrani menyatakan bahwa Allah mendisiplin umat-Nya agar bertaat kepada-Nya. Ia menyatakan disiplin sebagai bukti kasih-Nya (lihat Ibrani 12:5,6) meskipun pada mulanya mendatangkan dukacita (lihat Ibrani 12:10,11).
Tuhan Yesus Kristus pun menegakkan disiplin bagi murid-murid-Nya, dengan memberikan contoh, seperti dalam bagaimana menggunakan waktu, menggunakan uang, dan hidup berdoa secara tekun. Dia pun menyatakan bahwa kepentingan orang lain mesti didahulukan, sebagaimana terlihat bagaimana Yesus melayani orang yang datang kepada-Nya meskipun Ia seringkali belum sempat makan (bd. Markus 3:20-21). Bilamana murid-murid-Nya degil, seringkali Ia berterus-terang menegur mereka dengan keras (bd. Markus 8:14-21). Bilamana murid-murid ingin membalas kejahatan dengan kejahatan, Dia menyatakan sikap mengasihi dan mengalihkan perhatian mereka kepada tugas lain (bd. Lukas 9:51-56).
Yesus pun menyatakan agar murid-murid-Nya belajar hidup secara tertib dalam arti memelihara kesucian hidup agar senantiasa merasakan kehadiran Allah (bd. Matius 5:8). Bagi Yesus, orang dewasa harus mendisiplin anggota tubuhnya -- tangan, kaki, mata -- agar tidak membawa keburukan bagi orang lain terutama "menyesatkan" anak-anak di bawah asuhan mereka (Matius 18:8-10). Sebab dia sendiri melarang murid-murid mengabaikan atau meremehkan anak-anak kecil (Matius 19:13-15). Tidak jarang pula Yesus menyatakan bahwa Dia tetap mengasihi murid-murid-Nya sekalipun mereka kurang cepat menangkap ajaran Sang Guru (Yohanes 13,15).
Alkitab mengajarkan bahwa Roh Kudus datang untuk menyatakan kebenaran Ilahi bagi orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Dia hadir ke dunia untuk membuat orang insyaf akan dosa dan kejahatannya lalu berbalik kepada Sang Kebenaran yang memerdekakan yaitu Yesus Kristus (Yohanes 16:6-8,Yohanes 16:11-13). Roh Kudus juga datang membuat orang memiliki hikmat hidup dan kekuatan batiniah agar dapat hidup sesuai kehendak Allah. (Efesus 1:16,17; Efesus 3:16-18). Roh Kudus pun datang ke dalam hidup dan persekutuan orang-orang percaya guna memberikan kekuatan di dalam mengatasi kelemahan (Roma 8:2-6) serta buah kehidupan (Galatia 5:22-23)
Dalam Kisah Para Rasul tampak sekali bagaimana sikap dan tindakan Roh Kudus dalam menegakkan disiplin. Ingatlah kasus Ananias dan Safira karena ingin "mencari nama dan muka" lalu berdusta kepada rasul Petrus (Kisah 5). Ingat pula kasus Simon tukang sihir di Samaria yang ingin terkenal lalu hendak membeli kuasa Roh Kudus dengan uang (Kisah 8). Roh Kudus tidak menginginkan sikap pura-pura terjadi dalam kehidupan anak-anak Tuhan.
Surat Paulus kepada jemaat di Korintus cukup banyak menyinggung masalah disiplin hidup, agar mereka tertib dalam kehidupan bersama, kehidupan persekutuan, kehidupan memelihara tubuh dan sejenisnya. Dia mengajak jemaat untuk terus sadar bahwa Roh Kudus mendiami mereka sehingga mereka menghindarkan diri dari segala godaan mencemarkan diri (1 Korintus 3:16; 1 Korintus 6:19-20). Mereka harus menertibkan cara berpikir mereka sendiri agar tetap memelihara suara hati yang jernih di dalam mengambil keputusan dalam hidup kebersamaan dengan orang lain (1 Korintus 8:1-3). Mereka harus mengendalikan diri dalam ibadah agar tidak menonjolkan diri, mencari kemuliaan diri sendiri sehingga firman Allah tidak diberitakan sebagai mana mestinya (1 Korintus 12-14). Dari keterangan tersebut kita dapat mengetahui bahwa Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus selalu menegakkan kedisiplinan kepada umatnya, agar umatnya memiliki sikap dan pemahaman yang benar di dalam hidupnya sebagai anak-anak Allah serta taat kepada Tuhan Allah. Selanjutnya, kolom Tips Mengajar edisi ini akan mengulas mengenai tugas guru dan orangtua dalam mendisiplin anak dan bagaimana cara mereka mendisiplin anak-anak.